April 16, 2013

Hukum dan Moral Perkawinan

Sedikit banyaknya ini yang masuk diotak gue, dan ada juga salinan dari diktatnya.

Pertunangan kanonik
Ada baiknya pernikahan diawali dengan pertunangan, yang dimaksud disini adalah janji untuk menikah. Sebagaimana kita tau, sekarang ini kan banyak tuh yang udah mau nikah tapi masih lirik sana lirik sini, nah pertunangan inilah cara untuk menghindari hal yang demikian. Makanya ucapan janji harus didasari rasa bertanggung jawab dan kesadaran penuh tanpa paksaan.

Akan tetapi, pertunangan bisa aja dibatalin. Kemungkinan sejalannya waktu ada ketidak cocokan antar pasangan. Ga masalah dan jangan dimasalahkan kalo ini terjadi, karna lebih baik dibatalin daripada dilanjutin tapi ada yang mengganjal. Pertunangan juga sebaiknya bukan alasan untuk nuntut harus menikah, karna ya itu tadi daripada terpaksa mending dibatalin aja kalo ga ada kecocokan.
Tapi pertunangan ga mesti kok, hanya disarankan aja, kalo buat gue sih pertunangan ga usah gede-gedean, cukup keluarga inti dan pasangan saling berjanji akan menikah. Menurut gue sih begitu yah.

Paham Gereja mengenai Perkawinan
  • Perkawinan pada hakekatnya merupakan sebuah perjanjian kasih setia antara seorang pria dengan wanita;
  • Perkawinan dan kodratinya terarah untuk membangun kesejahteraan (tertuju demi kebaikan) suami istri
  •  Perkawinan dan kodratinya terarah pada kelahiran dan pendidikan anak
  • Perkawinan sah antara dua orang yang sudah dibaptis oleh Kristus Tuhan diangkat ke martabat Sakramen; oleh karena sudah berupa sakramen yang mana tanda cinta kasih Allah pada kita dan sudah berjanji disaksikan Allah, masa kita bebas mengingkari..?
Disini romo memberi pesan bahwa pentingnya mengerti tujuan menikah, yaitu membahagiakan pasangan secara penuh dan mendapati kebahagiaan melewati pernikahan. Nikah itu ya untuk mendapatkan kebahagiaan dan membahagiakan pasangan, bukan untuk alasan yang lain. Inget ya.. bahagia.. pake titik

Sifat-sifat Hakiki Perkawinan Katolik
  1. Perkawinan katolik haruslah antara satu orang pria dengan seorang wanita; jadi nih kalo kita pasangan sesama jenis dan mau menikah digereja katolik, tentu aja ga bisa.
  2. Perkawinan Katolik  tidak bisa diceraikan; seorang pasangan dipanggil untuk mencintai pasangannya seumur hidup. Tidak ada cara lebih istimewa selain pentingnya sikap hati-hati dan terus memelihara kehangatan relasi.
Kemaren romo sempet bilang, ga ada wanita yang mau dimadu, jadi jangan sampe deh suami-suami membagi cinta ke yang lain, karna luarnya aja setuju, dalam hati pasti gak. Alasan bercerai karna alesannya KDRT juga salah, harusnya bukan cerai yang diambil, tapi laporkan suami kepolisi. Biar ditindak hukum, kalo bercerai tentu suami ga dapet pelajaran dari tingkah lakunya, dan akan berbuat hal yang sama keistri selanjutnya.

Sahnya Suatu Perkawinan Katolik

Status bebas (tiada halangan nikah)
Sebelum perkawinan diteguhkan haruslah pasti bahwa tiada suatu hal menghalangi peneguhan perkawinan tersebut secara sah dan halal, adapun halangan yang membuat perkawinan tidak sah :
  • Halangan umur; pria harus berumur 16 tahun penuh, sedangkan wanita berumur 14 tahun penuh (kasus gue mah.. udah lewat kejauhan kan umurnya.. jadi sah dooong.. ehehe)
  • Halangan impotensi; harus ada sejak sebelum perkawinan dan bersifat tetap. Seorang pria potens kalau memenuhi 3 syarat, yaitu : alat kelamin bisa ereksi, penetrasi, dan ejakulasi. Seorang wanita dinyatakan potens kalau memiliki liang senggama yang mampu menerima alat kelamin pasangannya yang ereksi. Kalo yang ga masuk kriteria potens, mending membiara aja kali ya. Kenapa hal ini penting, ya itu dia, karena tujuan menikah untuk membahagiakan pasangan jadi hal ini menjadi sangat penting untuk keutuhan pernikahan.
  • Halangan ikatan perkawinan; buat yang sudah pernah menikah, harus ada kepastian hukum bahwa pekawinan terdahulu tidak sah atau telah diputus oleh pihak yang berkompeten.
  • Halangan beda agama; demi keabsahan dibutuhkan dispensasi.
  • Halangan hubungan darah
  • Halangan hubungan semenda, mertua, menantu, anak tiri, ayah/ibu tiri
  • Halangan kelayakan publik; contoh kasarnya adalah ketika masyarakat luas mengetahui kalo kita kumpul kebo (bahasa alusnya apa sih ) ato bisa juga pas ketangkep hansip pada saat berhubungan badan, yang kaya gitu ga bisa langsung saat itu juga dinikahkan secara katolik. (makanya jangan ampe ketauan.. hehehe.. *sesat*)
  • Halangan adopsi
Tata Peneguhan Kanonik
Supaya perkawinan dilangsungkan sah secara katolik, haruslah dilakukan dihadapan pejabat resmi Gereja (Uskup, imam, diakon tertahbis) dan dihadapan 2 orang saksi. Tuntutan ini penting terkait dengan perayaan liturgi perkawinan.

Perkawinan Campur
Yang dimaksud perkawinan campur disini adalah perkawinan campur agama. Gereja Katolik memberi kemungkinan karena membela dua hak asasi, yaitu hak untuk menikah dan hak memilih pegangan hidup (agama) sesuai dengan hati nuraninya

Dua jenis perkawinan campur agama :
  1. Perkawinan campur beda gereja (seorang baptis katolik menikah dengan seorang baptis non-katolik), membutuhkan ijin
  2. Perkawinan campur beda agama (seorang baptis katolik menikah dengan seorang tidak dibaptis), membutuhkan dispensasi
Persyaratan mendapatkan ijin atau dispensasi :
  1. Pihak katolik berjanji untuk setia dalam iman katoliknya
  2. Pihak katolik berjanji untuk berusaha dengan serius mendidik dan membaptis anak yang akan lahir dalam Gereja Katolik
Kalo ada temen-temen yang beda agama dengan pasangannya, lebih baik pikir mateng-mateng dulu sebelum menikah secara katolik. Bukannya disusahkan ato diberatkan dengan persyaratan, tapi ini semua demi keharmonisan rumah tangga kalian. Dan ada baiknya berkonsultasi dengan pastor terlebih dahulu dan cerita apa adanya dengan jujur, pastilah akan diberi jalan keluarnya.

Sekian materi Hukum dan Moral Perkawinan, sedikit kurangnya, inilah kesimpulan yang gue dapet, kalo emang ada kesalahan, bolehlah dikoreksi, karna kesimpulan setiap orang tentu berbeda-beda bukaann…

Salam damai

Pelajaran yang diambil saat KPP

Akhirnya kemaren gue ngerasain yang namanya kursus persiapan perkawinan. Kesan pertama pas dateng.. whuuuiii banyak bener yak, sampe acaranya diadain diaula gereja. Ada sekitar 50an pasangan, berarti sampe 100 orang yang ikut. Dan ternyata buat diparoki cililitan, rekor banget karna peserta yang membludak. Puji Tuhan acara berjalan lancar, tertib dan ga ada yang kabur-kaburan (keliatannya sih gitu).

Materinya lumayan banyak, ampe 2 hari kite disiksa.. pedes dweeh pantat, dari pagi sampe sore. Hari pertama mulainya dari jam 8 sampe jam 3an. Break jam 10 sama jam 12. Hari kedua meski mulainya jam 10, tapi gue dateng tetep jam 8 dan selesai sampe jam 4an (karena sekalian misa).

Hari ke dua gue dateng jam 8 karna kebetulan diminta tolong untuk share soal pernikahan dan cinta katolik. Jadi nih dari KAJ ada yang mo bikin tesis tertang itu, sumbernya  anggota kursus yg agamanya sama-sama katolik.
Ternyata yee.. cuman 9 pasangan yg agamanya sama-sama katolik (dari 50an pasangan). Dan sisanya, berarti 40an pasangan tentunya beda agama. Zaman sekarang emang rada-rada susah ye kalo mo nyari yang seagama, apalagi nyari yang agamanya katolik. Kalo ga rajin-rajin amat ikut kegiatan gereja, lumayan peer dapetnya.
Tapi biar gitu, gue salut loh sama mereka yang memutuskan untuk tetep diagama masing-masing meski sudah menikah, toleransi antar agama pastinya gede. Kalo gue mah udah cemen duluan, ga mau ambil pusing, pokoknya maunya nikah sama yang satu agama, biar ga bikin ribet dan ngeselin orang tua. Dan puji Tuhan sih dapetnya abang (semoga jodoh) yang meski tadinya beda (cuma beda gereja doang) sekarang bisa sama.

Balik ke kpp, kemarin tuh penyampaian materinya bukan sekedar dikasih teori doang, tapi ada juga sharing dari pasutri katolik. Ada yang baru 11 tahun,19 tahun, sampe ada yang udah 40tahun menikah. Seru denger kisah mereka, dan emang bener pernikahan itu tuh ga selamanya indah pasti ada cobaannya, saat kita berhadapan dengan cobaan itu, jangan langsung pergi tapi dihadapi, salah satunya dengan belajar mau merubah diri, dan menerapkan dari materi yang diberikan, terbukti, mereka makin bahagia dan pernikahannya indah.

Banyak pengajaran yang bisa gue ambil buat nanti, dan sengaja gue nulis disini, biar gampang nyarinya. Suatu saat gue pasti butuh, bukan berharap nantinya pernikahan gue penuh dengan cobaan sih, tapi minimal disaat cobaan nanti datang, gue gampang nyari solusinya dan mudah-mudahan datengnya dari tulisan ini.
Ohh yaa.. disini gue cuman mau nulis apa yang gue dapet dari kursus kemaren, bukan mau ngajarin cara berumah tangga yang baik. Yaaaah nikah aja belum, masa mo ngasih tau gimana caranya bikin rumah tangga yang harmonis sih.

Dan meski ini dari ajaran gereja katolik, gue rasa materi ini bisa dipakai untuk semua pasangan, karena isinya ga melulu soal agama, dan ga terpatok sama keagamaan juga.
Karena materinya juga banyak, maka gue tulis satu posting, satu materi, jadi kalo ada yang mo baca tinggal diklik aja deh, semoga bermanfaat :
  1. Hukum dan Moral Perkawinan
  2. Komunikasi Suami Istri
  3. Panggilan Menjadi Orang Tua
  4. Ekonomi Rumah Tangga
  5. Seksualitas Perkawinan
  6. Spiritualitas Perkawinan.
Oh ya, masih ada 1 sesi lagi minggu depan, ga tau acaranya apa, yang jelas kita disuruh ngadep pastor, mungkin akan ditanya-tanya kali ye.. yah nanti gue share lagi deh.

Jadi nih kesimpulan gue setelah ikut kursus kemaren, tujuan pernikahan itu ada 2, bahagia dan membahagiakan pasangan. Udah itu aja, pake titik. Jadi kalo ada yang bilang menikah untuk ngedapetin keturunan, itu jelas salah, karena kalo nanti kita ga bisa punya keturunan berarti pernikahannya gagal dong, dan bisa timbul perceraian.
Di agama katolik ga ada istilah perceraian, makanya meski nanti ga punya keturunan *amit-amitketokmeja* pernikahan kita tetep langgeng (diharapkan) karena tujuan awal menikah hanya ingin bahagia.
Emang kedengeran aneh ya.. tapi ya itulah, menikah itu untuk bahagia. Bukan buat dapet keturunan ato biar ga sendirian. Menikah itu untuk ngebahagiain pasangan, duuh kebayang ga sih kita dan pasangan saling membahagiakan.. pasti indah kan.

Jadi nih, urutan pertama yang diprioritaskan dalam pernikahan nantinya adalah pasangan, habis itu barulah anak, keluarga dan pekerjaan. Kenapa bukan anak yang jadi prioritas, ya karna tujuan menikah itu kan membahagiakan pasangan, tapi bukan berarti anak dilupakan, itu sih ga mungkin ya.. karna dengan saling membahagiakan pasangan, otomatis anak juga dipikirkan doong, keluarga juga, begitu juga dengan kerjaan.

Logikanya begini, saat anak kita sakit ato baru aja lahir, biasanya yang capek istri sendirian. Kalo aja suaminya paham akan tujuan pernikahan, maka dia ga pake disuruh, pasti bangun sendiri, minimal gentian jaga, ga akan mungkin  dia enak-enakan tidur, karna suami pasti ga akan tega ngeliat istrinya capek sendirian.
Begitu juga istri, karna tau besok suaminya bakal bangun pagi buat kerja, pasti malah disuruh tidur, takutnya kalo kurang tidur nanti sakit, ato kebalikannya, sisuami nyuruh istri yang tidur, karna ngeliat si istri belom istirahat. Jadi disini kedua S-I saling menjaga, kalo udah begini, anak sehat, pasangan juga sehat thoo..

Mudah-mudahan gue sama abang bisa menerapkan ini semua, dan gue yakin kita bisa, karna kalo dilihat dari setiap pertanyaan di sesi akhir, jawaban kita 95% isinya sama dan matching satu sama lain. Padahal ditulis dikertas berbeda dan ga pake nyontek. Jawaban kita juga paling simple dan ga banyak penjelasan, ya karna emang ga harus dijelasin, tapi dijalanin.

Malah menurut gue ada banyak materi yang isinya sama kaya yang abang sering omongin kegue. Biasanya sih nasehat kalo gue lagi ngambek dan minta putus, yaah kurang lebih intinya samalaah..
Jadi nih, kalo ada pasangan katolik yang lagi bermasalah, ingin bercerai ato alasan lainnya, coba deh, buka-buka lagi materi waktu ikut kursus. Kalopun catetannya udah ilang, jangan takut sekarang kan setiap paroki ada yang namanya M.E ato Marriage Encounter, sering-sering deh ikutan acaranya. Mudah-mudahan masalah bisa diatasi. Yang penting diinget adalah, kita menikah atas dasar cinta, bukan yang lain. Jadi kalo cinta itu sudah hilang pasti ada yang salah disana. Kecuali.. kalo kita menikah dengan atas dasar lain-lain, kemungkinan besar untuk rujuk ya memang agak susah pastinya

Yang jelas kemaren itu sedikit banyak kegampar sama para pembicara, abis kelakuan gue kaya lagi dibacain gitu sama mereka, dan pas nengok kekiri... eh siabang lagi senyam senyum kemenangan   

April 11, 2013

Persyaratan KPP ato Kursus Persiapan Perkawinan

Selama tiga hari nanti (13, 14, 21 april ) gue sama abang bakal ikutan kursus persiapan perkawinan ato lebih pendeknya disebut kpp. Belom tau sih apa yang dipelajarin (nanti bakal gue share), yah ikut aja kita mah, lagian kursus ini emang salah satu persyaratan kalo mau menikah secara katolik. Dan untuk bulan april ini, di wilayah jakarta timur kebetulan diadainnya di paroki cililitan.

Sekedar info, ini lho persyaratan untuk ikut kpp :

 1. Pas foto ukuran 3x4 masing-masing sebanyak 3 lembar
 2. Bayar uang pendaftaran 200ribu (data terbaru 2014 = 300rb/pasang)
 3. Isi formulir dong yah tentunya.

Udah itu aja, ga perlu pake surat pengantar ketua lingkungan, wilayah ato paroki. Tapiii kalo kursusnya diluar wilayah paroki asal, ya kudu minta surat pengantarnya. Misalnya gue kan aslinya paroki jakarta timur, yaa kursusnya kudu diwilayah jakarta timur, tapi boleh-boleh aja kursus digereja manapun, asal minta surat pengantar dari gereja asal kita.

Pendaftaran kemaren juga agak bikin peer deh. Masalahnya kan kita nunda-nunda terus tuh, jadinya pas tau kalo udah mau tutup, jadi jumpalitan juga.. hehehe.. kebiasan menunda emang ga baik yah.

Padahal kalo dikerjain cepet, padahal juga siabang selalu lewatin itu gereja. Tapi yang namanya jago nunda, yaaaa... gitu deh.
Sebenernya sih bukan 100% salah kita juga sih, kalo kita lewat daerah situ, pasti ada aja yang ketinggalan, entah uangnya, entah fotonya (padahal nih foto bisa nyusul pas hari H nya). Trus sekalinya kita udah bawa semua persyaratannya.. eeeehh orang yang bertugas lagi libur. Dan yang gantiin ga mau terima uang pendaftaran, jadilah cuman ngisi formulir aja..

Untungnya pas detik-detik penutupan, hari selasa kemaren, gue pas kebetulan nelpon kesana, nanya petugasnya masih libur apa ga. Ternyata orangnya udah masuk, ehtapiii dia bilang pendaftaran terakhir ditunggu sampe jam 1 siang aja. Whhhhaaaaaatt... dan yang dianggap ikut adalah yang udah bayar uang pendaftaran, meskipun kita udah isi formulir, kalo belom bayar, dianggap bataaaalll... #sebel

Resenya yang harus pergi ya cuma gue, si abang ga bisa kesana, ga keburu waktunya, mau nyuruh orang lain, ga enak, karna udah janji sama diri sendiri, kalo urusan sepele gini, pengennya gue sama abang aja yang ngerjain, kalo bisa ga ngerepotin orang.
Untungnya si boss besar lagi keluar negri, jadi rada tenang deh, ga takut dicariin.
Akhirnya gue kesana sendirian (ya mau sama siiapaaah kamuu) untungnya ga macet, jadi bisa tepat waktu dan langsung bayar trus balik lagi kekantor, eh ga langsung pulang sih, nunggu abang dulu biar sekalian makan siang bareng. Meski terburu-buru, tapi gue seneng, soalnya udah lama nih ga makan siang bareng..*kesian* hehe

April 10, 2013

Momen bersyukur

Ga harus ngeliat kesusahan orang dulu, barulah kita bersyukur. Buat gue momen bersyukur bisa dimana aja, disaat hujan deras dan kita bawa payungpun, udah momen bersyukur bagi gue.

Banyak hal-hal sepele yang bisa bikin gue selalu bersyukur, malah kadang dari hal-hal yang bikin ga enak dihati. Contoh yang paling sering terjadi adalah, pertanyaan kapan gue nikah. Bagusnya gue ga pernah sakit hati, meski pacaran sama abang udah tahunan, dan bagusnya lagi pertanyaan-pertanyaan itu ga bikin gue jadi buru-buru nikah. Ga ada dikamus gue, alesan nikah karena ga enak udah pacaran kelamaan.. apa kata orang nanti kalo pacaran ga ada ujungnya. Apa kata orang..?? gue sih ga peduli apa kata orang, yang ngejalanin kan gue, gue yang tau kapan gue siap nikah sama abang, dan guelah yang nentuin kapan harinya tiba.
Momen bersyukur gue saat-saat itu adalah, gue bersyukur punya orang tua yang mengerti maunya anak, mereka ga pernah maksa-maksa gue, yaaaah nyindir sedikit sih pernah deh. Gue bersyukur si mamah ngejarakin umur yang jauh buat gue ke adek-adek gue. Yang mana gue ga bakal dilangkah mereka. Gue bersyukur punya pacar yang ga pernah maksa apalagi mutusin hubungan karna gue masih belom mau nikah.

Momen bersyukurnya lagi, waktu penundaan ini gue gunain buat nyari info sebanyak-banyaknya. Dan puji Tuhan gue dapet info yang berguna buat masa depan gue. Contohnya aja soal pola makan sehat, cara lahiran yang menyenangkan, gimana caranya biar anak ga pilih-pilih makanan dan yang paling hebat adalah soal susu ato lebih terkenal dengan kibulan susu. Tuhan memang baik disaat gue bilang, gue siap nih, gue langsung dikasih materi buat belajar ngurus diri sendiri yang baik dulu sebelum ngurusin keluarga.

Contoh lain lagi,
Kadang suka ketemuan sama ex-anak kantor sini, selalu ada pertanyaan yang dilontarin mereka, kok masih betah sih dikantor ini? gajinya kan cuman segitu, udah bisa kebeli apa emang?
Yang ditanya bukannya sedih , kesel ato gimana, tapi malah cuek-cuek aja (biasanya bikin sipenanya kesel).
Momen bersyukur gue adalah dikantor ini lebih banyak enaknya daripada deritanya. Gue bisa bebas mandi, keramas-ngeblow sehabis workout, nonton dvd ato tidur pas makan siang, bisa makan minum kapan aja, dan segala kemudahan lainnya. Dan yang pasti, disini gue menemukan impian gue.. kerja sesuai mata kuliah, kerja didepan layar monitor dan bebas pake sendal jepit (kecuali keruangan si boss)  Simple emang.. tapi ya itulah..
Lagian kalo emang suatu saat gue udah ga betah, pasti gue bakalan ngundurin diri kok.

Oh ya ada satu lagi nih yang baru kejadian, eerrr sebenernya sih inti postingan kali ini, cuman kebanyakan cerita awalan aja.. hehehe.

Tadi pagi ada temen kantor yang nanya soal komputer, kebetulan gue ga tau jawabannya, dan karna lagi banyak kerjaan, gue males lah sekedar googling jawabannya. Bukannya apa, kalo cuman ngandelin google, gue rasa semua orang bisa. Jadilah gue jawab kalo gue ga bisa, ga ngerti gimana penyelesaiannya.

Eeeh kok yah sipenanya malah nyecer gue, ga bisa gimana, udah dicoba belom, cobanya pake apa, bisa gagalnya dimana, trus kalo pake ini gagal ga? Laahh.. kok malah banyak nanya sih. Gue bilang aja udah dicoba pake ini, dan emang masih gagal dan gue ga bisa.
Die bilang lagi, tapi kata si boss kita-kita disuruh tanya kekamu. Duileee pake bawa-bawa nama siboss lagi.
Akhirnya daripada kelamaan adu omongan, mending gue sudahi aja dengan kata-kata pamungkas, ya udah.. nanti saya coba lagi deh, tungguin aja (tapi yang terjadi, gue malah posting blog dan sama skali blom nyari.. maless ).

Sebel dan kesel diginiin, kok ga ngertiin yah kalo kita lagi banyak kerjaan, harus gitu pake maksa minta jawaban sekarang, lagian gue kan bukan google yang tau segala macam pertanyaan. Gue juga masih bodoh kok dalam soal ilmu, jadi ga semuanya gue tau, jadi harap maklum dong ah.

Tapii.. sebel dan kesel ilang karna gue langsung inget momen bersyukur, gue bersyukur karna si boss dan temen kantor percaya kalo gue lebih pintar dalam hal ini, makanya mereka nanya gue toh..? Gue bersyukur karna gue masih dikasih kesabaran ngejawabnya, jadi ga ada deh pertumpahan darah disini, gue bersyukur karna gue jadi tau gimana cara bertanya yang baik ke rekan kantor, gimana caranya biar ga nyebelin, dan yang paling bikin gue bersyukur adalah.. gue punya blog, jadinya bisa posting tulisan ini 

April 08, 2013

Sepedahan dan Soto Mie Abah Jangkung pinang ranti

Weekend emang selalu terasa cepet ya.. perasaan baru kemaren hari jumat... eh tau-tau udah senin lagi. Bulan april ini sayangnya ga ada tanggal merahnya (kecuali minggu laaah) jadinya, harapan buat long weeked pupus sudah.

Sabtu pagi siabang udah dateng aja kekosan, kali ini kita mau sepedahan di taman mini. Yang disamper tentu saja belom bangun, abis tadi malem nonton X Factor sampe larut, jadilah dia nungguin sayah, ehtapi cuman sebentar kok, kan cuman gosok gigi sama cuci muka doang.

Sampe disana sayangnya ga masuk kedalem, dompet siabang ketinggalan, dan duit gue ternyata jatoh dikamar, lagian udah keringetan duluan pas dijalan. jadilah gue muterin jalanannya aja ples cuci mata. Udah lama juga ga ngobrol-ngobrol sama abang, jadi asik aja ngedeprok di pinggiran jalan sambil ngobrol (dan komentarin orang-orang cencunyyaa). Enaknya cuaca kemaren sedikit mendung, jadi biar sampe jam 9, masih adem.

Bagusnya juga kemaren sedikit orang yang aneh dimata kita, jadi pagi-pagi dosanya belom banyak-banyak amat.. hehehe..
Entah kenapa, gue sama abang kalo lagi berduaan ngobrol langsung, ga pernah ngomongin hal-hal yang serius, pasti cuman sekedar pepesan kosong aja.
Lain halnya kalo lagi jauh-jauhan (siabang lagi diluar jakarta), biasanya ngobrol ditelpon dan kadang obrolannya rada berisi. Kita suka ngomongin soal masa depan nanti, dan rencana-rencana kita.

Tapii.. sekalinya udah ketemu muka, yang ada malah ngobrol-ngobrol ga jelas. Ga tau kenapa, gue lebih seneng becandaan aja sama abang daripada ngobrol serius. Mungkin abang juga gitu kali yah.


Setelah puas ngobrol dan hampir mati gaya mo ngapain, akhirnya kita pulang. Kekosan dulu bentar ambil duit trus mampir kesoto mie abah jangkung, letaknya di sebelah pom bensin, arah tamini square ke pondok gede (sebelum terminal transjakarta pinang ranti).
Bagi gue hari sabtu minggu adalah hari bebas makan, sekali-kali kalo jadwal main, kudunya makan yang ga sehat. Lagian kalo makannya sehat mulu, ntar gue dijauhin temen-temen, dianggep orang aneh.

Soto mi disini enak, meski ga pake banget, kuahnya seger ga telalu pekat. Ibu yang jual juga baiiik bener, minta tambahin ini itu, senyum-senyum aja. Harganya persisnya ga tau, pokoknya total kerusakan semuanya 30ribu (termasuk 2 teh manis anget, 2 soto mie, kerupuk dan sepiring nasi).
Dan gue pasti akan balik lagi kesini.
Slurruuupppp....



April 01, 2013

Soal Detoks

Pas liburan kemaren gue sempet detoks ini badan. Kebetulan kan Jumat Agungnya puasa, jadilah hari itu mulainya.

Hari pertama detoks :
Pagi hari eh udah siang deh ya, sekitar jam 10 minum perasan jeruk lemon bareng air hangat. Abis itu lanjut tidur-tiduran lagi.. ehehe.. tepatnya bengong dan main games.

Habis panggilan alam, perut jadi kosong dan laper, mulailah gue makan pepaya. Karena dikosan ga ada kulkas, jadilah gue seharian makan buahnya pepaya aja, soalnya kalo beli macem-macem, takut busuk. Mau beli manggis kok yah bosen dweehh.

Selama seharian gue makan buah dan minum air aja, dan lebih enak sih buahnya dijus, soalnya bisa banyak jumlah buahnya, karna kalo makan gitu aja, jatohnya cuman dikit, keburu kenyang dan bosen.
Oh ya kalo minum juspun, jangan langsung glek.. dihabiskan. Tapi dikulum dulu didalam mulut, biar tercampur air liur baru ditelan.

Godaan pertama datang pas abang telpon, kalo mamahnya masak babi kari dan daun singkong.. aaarrrgghh.. enak sekali kan ituh, dan jarang-jarang juga mamahnya abang masak itu makanan.. hiks 
Untungnya iman kuat, jadilah siabang makan dulu dirumahnya baru ketemu gue.

Untuk hari ini berjalan lancar, sampe malem pun tetep setia pada detoks.

Hari kedua detoks :
Bangunnya jam 10 lagi, dan ritual paginya sama ama hari jumat. Pas bab baunya bener-bener sama ama pepaya.. aahahaha.. ya abis seharian cuman makan pepaya sama air putih sih yaa.

Makan buah kali ini agak bervariasi, ada pepaya, jeruk bali, apel dan jambu. Beli jus melon juga, tanpa gula, susu dan es.
Sempet bersihin kamar dan nyetrika baju, oh ya sebaiknya sih saat detoks jangan melakukan kegiatan yang menguras tenaga, karna selain bisa lemes, proses detoks sendiri bisa berhenti, apalagi kalo kita olahraga, kalo cuman yoga aja sih bolehlaah.

Dan godaan dateng lagi, tau-tau siabang dateng kekosan bawa capcay udang. Hwaduuuhhh... ni orang emang bener-bener yee.. Ternyata dia lupa banget kalo gue lagi detoks.. dooohhh.. pikun akut emang tu orang. Akhirnya dia makan sendiri deh dan menebarkan aroma capcay yang sungguh sangat menggoda iman, tapi siabang makan juga dengan perasaan bersalah tentunya..

Untunglah sampe malem lancar-lancar aja, meski malemnya sempet nemenin abang makan nasi goreng, yang lagi-lagi baunya kok yah enak bener sih .

Hari ketiga detoks :
Kali ini bangun jam 1/2 6 pagi karna ada tugas koor digereja, mata masih sepet banget, ya abis pulang juga udah jam 1 pagi. Tapi badan berasa enak bener deh, ga lemes, kendalanya cuman ngantuk aja. Malah abis minum air hangat ples perasan jeruk lemon, mata jadi segeran eeerrr nambah 20% doang sih.

Dan godaan dateng lagi sehabis misa, anggota koor ngajakin makan mi ayam dibelakang gereja, dibayarin pulak pake uang kas. Huuaaa.. sebel deh ah. Untungnya simamah bilang ga usah, untung ada yang ingetin *makasih mamaku sayang*.
Sampe dirumah, godaan tidak berhenti begitu saja, simamah masak capcay dan ikan tongkol asam padeh. waaaahh baunya bener-bener nikmit deh. Tapi karna udah hari ketiga juga, sayang deh, lagian ntar malem juga udah bisa makan kok.

Hari ketiga lagi-lagi makan pepaya, ada buah yang lain sih, tapi lebih enak pepaya, soalnya manisnya pas buat gue. Karena masih ngantuk, habis bantuin mamah masak (tepatnya nemenin ngobrol), gue sempetin tidur siang dari jam 2 sampe jam 5. Puaaass bener ditambah kemaren sore ujan gede banget, jadi makin ngeringkuk deh.

Bangun tidur akhirnya bisa makan juga. Detoks akan berakhir kalo kita udah makan, dan sebaiknya sih ga usah lama-lama, 3 hari cukuplah. Menu makan gue cuma nasi pake capcay, ditambah ketimun dan tomat.

Karena ujan, simamah bikin tape goreng tepung, baunya enak bener.. dan akhirnya nyicip juga deh sayah.

Selama 3 hari detoks, sama sekali ga ada keluhan pusing, lemes ato apa. Mungkin karena gue udah stop minum kopi dan teh kali yah, gue juga udah lama ga makan junk food, minum obat ato vitamin. Trus ngikutin pola makan food combining.

Karena menurut beberapa orang yang nyoba detoks, biasanya ada keluhan pusing, nyeri ato ngilu pada sendi, lemes bahkan sampe demam. Apalagi kalo yang rutin minum kopi.. siapkan mental lebih kenceng deh.

Tapiiii nih.. karna si mamah masak lontong sayur juga buat jualan, dan lontongnya baru pada mateng, jadilah saya makan lagi malemnya (sekitan jam 9an). Sebenernya sih lontong sayurnya ga gitu masalah banget dibadan. Tapi yang bikin masalah adalah gue makan krupuk banyak banget, ada kali 1/2 toples.
Abisan sambil ngobrol, jadilah ga berasa. Dan tebak apa yang gue rasakan...
Pas mau tidur (jam 12an) tenggorokan agak-agak sakit, diminumin air pun masih sakit. Pas bangun pagi, tenggorokan masih sakit juga dan badan agak anget dikit.

Payah deh ah.. digoda kari babi, capcay udang, nasi goreng, mi ayam.. gue sanggup. Tapi sama kerupuk.. huhu.. lemah iman, langsung lupa deh.

Happy Easter..

Pekan suci kemaren gue lebih banyak kegereja bareng abang dibanding sama keluarga gue. Gapapalah ya sekali-kali ganti suasana, begitu juga sama gerejanya.. pindah-pindah terus tiap hari.
Trihari suci memang mengharuskan kita kegereja setiap hari, mulai dari hari kamis sampai minggu.. lho empat hari dong.. Yaah ngitungnya jangan dari kamis pagi, tapi dari kamis sore, karena misa kamis sucipun mulainya sore hari.

Jadi.. kamis suci kali ini kita misa di gereja paroki cililitan. Niatnya sih mau yang deket kantor aja, tapi apa daya, siabang kena macet, jadinya baru sampe kantor jam 6. Mau kegereja deket rumahpun udah ga keburu, mulainya sih jam 7, tapi biasanya 1 jam sebelumnya udah penuh, maleslah gue kalo ga kebagian duduk.
Akhirnya gue kekosan ajalah, ada 3 gereja sih yang deket situ, tapi pas diliat jadwal yang memungkinkan ya cuma di cililitan itu. Lagian kan gue bisa mandi dulu dan ganti baju.
Enaknya disini gerejanya gede (ato karna malem kali ya), jadi masih dapet duduk didalem meski 20menit lagi mulainya, bandingin sama digereja gue, whuuuiii... 1 jam sebelumnya aja, gereja udah penuuh..

Pulangnya sempet makan dulu.. laper berat. Pengennya makanan yang cepet aja, ga kudu dimasak. Pilihan jatoh pada ketoprak, abis warteg ato padang udah pada tutup. Ternyata kita ga salah pilih tempat, ketopraknya enaaaaak banget, biarpun makanan pinggir jalan, tapi bolehlah diadu, bumbunya halus, legit (ternyata dicampur kacang mede) lontongnya ga kelembekan dan yang gue suka, dikasih 1 kaleng kerupuk dimeja kita, jadi bisa ngambil sepuasnya.
Yang jual juga baik dan ramah, kalo ga salah namanya Pak Sardi (kalo ga salah ya), Kita sempet ngobrol dulu dan beliau cerita pengalamannya berdagang. Gue sama abang emang suka jujur sama sipenjual kalo makanannya enak (kalo ga enak biasanya kita ga makan lagi). Selain sebagai rasa terimakasih, ngarep juga dikasih rahasianya. 
Denger kisah bapak ini, satu pelajaran yang harus diambil, yaitu jangan menyerah, selama kita berusaha, pasti dikasih kemudahan.


Hari jumat harusnya ikut jalan salib paginya, tapi apa daya, karna tidur dikosan tentu saja bablas sampe siang ga ada yang bangunin. eeehhmmmmm... tidurnya juga udah kepagian sik..
Mumpung dikosan juga, jadi bisa dipuas-puasin deh meluk bantalnya.. yang mana lebih banyak bengongnya daripada tidur.. ehehe

Siangnya kegereja di TamanMini. Dan beruntung lagi, dapet didalem.
Kayanya nih cuman gereja dideket rumah doang tuh yang umatnya bela-belain dateng 2 jam sebelumnya demi dapet kursi didalem.
Pas masuk gereja, ternyata altarnya dipindah diluar, mungkin karna disini tempatnya kecil dan lebih besar halamannya, jadi altarnya ditaro disitu kali.

Hari sabtu, misa malem paskahnya digereja gue, kebetulan juga siabang udah janjian sama temen-temen baptisannya disitu. Lagian masa paskah gue tetep dikosan sih.. ya pulanglah kerumah.
Dan seperti yang gue bilang, umat digereja gue ini betah banget berlama-lama didalem gereja, padahal cuman demi dapet tempat duduk didalem. Alhasil 40 menit sebelum misa, kursi udah penuh semua, dan untungnya temen-temen siabang udah ngetekin tempat, jadilah kita kebagian didalem.
Homili kali ini bikin gue sedikit sedih.. eeerrr.. kayanya setiap misa malem paskah deh.
Romo bilang, kalo kita ga boleh menyerah dengan keadaan, ga boleh menyerah dalam mencintai pasangan, ga boleh menyerah akan kesusahan hidup, dan jangan mentang-mentang udah paskah, kita dengan sombongnya ga akan dapet kesusahan hidup lagi.

Hmmmm... sedikit membelai pipi rasanya, kok yah dari kemaren dapet wejangan soal semangat, jangan putus asa, jangan berhenti berharap dan percaya bahwa Tuhan akan beri jalan saat kita kesusahan.
Beruntunglah gue diingatkan hal ini, karena akhir-akhirnya ini gue gampang banget nyerah, malah sempet pengen nunda nikah lagi. huuuuu... menyebalkan memang.
Sampe-sampe sibokap kesel karna kelakuan gue. Yaaahhh mungkin sindrom pra-nikah kali yaaa...

Padahal kalo dipikir-pikir pacaran gue sama abang udah lamaaa banget.. lebih dari 10tahun. Kok yah masih begitu sih terus pikirannya. Entahlah sodara-sodara... yah namanya juga sindrom.. hehehe
Mudah-mudahan ada gunanyalah wejangan ini sampai ketelinga gue. Amiiinn..

Hari minggunya.. cakep benerlah.. malemnya pulang misa jam 1an, misanya sendiri baru mulai 1/2 10 malem. Paginya udah kudu bangun lagi buat tugas koor, yang mana buat misa pagi jam 1/2 7. Dan herannya enak-enak aja badannya, ga pegel, ga pusing.. ya tapi ngantuk mah tetep.

Tapi enaknya misa pagi, sehabis itu kita bebas mo ngapain, ga ada beban belom kegereja, jadilah gue sempet tidur siang.. dan hujan lagi pas sorenya.. nikmatlah..

Selamat Paskah teman-teman seiman.. semoga dengan kebangkitanNya kita makin beriman, makin bersaudara dan makin berbela rasa.. Dan juga, tidak gampang menyerah, putus asa dan selalu percaya Tuhan tak pernah tinggalkan kita. Amiinn...